Tips Menyusun Rute Pengiriman Galon & Gas yang Efisien

Tim Galonin3 menit baca

Rute asal jalan bikin BBM boros dan pengiriman telat. Pelajari cara menyusun rute kirim galon & gas yang hemat — dari pembagian zona, urutan kunjungan, sampai batching order pagi.

Depot galon dan gas punya pola pengiriman yang khas: order menumpuk di pagi hari, titik tujuan tersebar di radius beberapa kilometer, dan bebannya berat — satu galon isi sekitar 19 kg, tabung gas 12 kg lebih. Di kondisi seperti ini, rute yang asal jalan langsung terasa dampaknya: BBM bengkak, kurir lelah, dan pelanggan di ujung rute komplain pesanan telat.

Kabar baiknya, efisiensi rute depot tidak butuh ilmu roket. Yang dibutuhkan adalah kebiasaan menyusun rute secara sadar. Berikut panduannya.

Mulai dari memetakan zona pelanggan

Langkah pertama yang paling sering dilewati: kenali sebaran pelanggan Anda. Ambil peta (aplikasi maps pun cukup), lalu tandai titik-titik pelanggan rutin. Anda akan menemukan pola — misalnya 60% order datang dari dua kompleks perumahan, 30% dari ruko sepanjang jalan utama, sisanya order insidental.

Dari situ, bagi area layanan menjadi zona. Aturan praktisnya:

  • Satu zona = satu perjalanan kurir yang wajar (10–15 titik, selesai dalam 1–2 jam).
  • Zona mempertimbangkan geografi, bukan hanya jarak — kompleks yang dipisah jalan arteri sebaiknya zona terpisah meski berdekatan.
  • Beri nama sederhana: "Zona Melati", "Zona Pasar", "Zona Perum Biru".

Gunakan batching: kumpulkan order sebelum berangkat

Kebiasaan yang menggerus efisiensi adalah mengirim tiap order begitu masuk. Satu galon ke Zona Melati berangkat sendiri, lima menit kemudian ada lagi satu order ke zona yang sama — kurir bolak-balik di rute yang sama.

Batching memecahkannya: kumpulkan order selama jendela waktu tertentu (misalnya 30–45 menit pertama setelah depot buka), lalu berangkat sekali dengan semua order di rutenya. Untuk depot dengan kurir lebih dari satu, pembagian batch per zona otomatis meratakan beban.

Sistem seperti Galonin melakukan batching ini otomatis — order masuk dikelompokkan per zona dan siap di-assign ke kurir dalam satu antrean.

Susun urutan kunjungan yang logis

Dalam satu zona, urutan kunjungan menentukan total jarak tempuh. Prinsipnya sederhana:

Runtut satu arah

Susun titik-titik agar kurir bergerak menyusuri satu arah — misalnya dari titik terjauh kembali ke depot, atau sebaliknya. Hindari pola bolak-balik (zig-zag) yang menggandakan jarak.

Prioritaskan jam sibuk pelanggan

Warung kopi dan rumah makan butuh galon/gas sebelum jam buka. Rumah tangga biasanya fleksibel sepanjang siang. Taruh titik usaha di awal rute.

Kumpulkan titik berat di segmen awal

Beban motor paling aman saat masih segar dan bensin penuh. Kalau memungkinkan, antar titik-titik dengan jumlah galon terbanyak di paruh awal perjalanan.

Sisakan slot untuk order mendesak

Jangan isi rute 100%. Slot kosong memberi ruang untuk order dadakan tanpa merusak keseluruhan rute.

Ukur dan evaluasi tiap bulan

Efisiensi harus diukur agar bisa ditingkatkan. Tiga angka sederhana yang layak dipantau tiap bulan:

  1. KM per order terkirim — turun berarti rute makin efisien.
  2. Rata-rata waktu tempuh per titik — naik berarti ada zona yang perlu dipecah atau dijadwalkan ulang.
  3. Persentase pengiriman telat — keluhan pelanggan biasanya muncul di sini lebih dulu.

Aplikasi kurir Galonin mencatat ketiganya otomatis dari aktivitas pengiriman, jadi Anda tinggal membuka laporan bulanan.

Penutup

Rute efisien bukan soal gadget atau aplikasi semata — aplikasi hanya mempercepat. Dasarnya adalah kebiasaan memetakan zona, batching order, dan meninjau angka secara rutin. Dilakukan konsisten, banyak depot merasakan BBM turun 15–25% dan komplain keterlambatan nyaris hilang — dari perubahan yang sebenarnya sederhana.